ARTIKEL BERITA

Tipe Pengguna Media Sosial, dari yang Pasif Sampai Tukang Narsis

siapa tak kenal dengan Media sosial? seiring perkembangan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) hadir pula hasil dari perkembangan itu. Media sosial adalah salah media yang digunakan untuk berkomunikasi. Komunikasi disini mencakup banyak hal. Mulai dari interaksi biasa hingga ke transaksi jual beli…oke..saya tidak sedang membahas perkembangan jaman….back to topic!

Apa itu media sosial? cari dong di google. he he he
Tapi kita semua walaupun tidak mengetahui arti leksikal dari kata “media sosial” akan tetapi saya yakin, seyakin yakinnya, bahwa saya dan anda itu adalah kita,  dapat membayangkan seperti apa itu media sosial yang juga disebut jejaring sosial. tahu kan???

matatimor melansir beberapa tipe media sosial dari laman luring merdeka.com. semoga bermanfaat, atau paling tidak dapat dijadikan perbandingan …he he he…

okay..berikut lansirannya untuk anda….

1. Pengguna pasif
Orang-orang seperti ini biasanya memiliki satu atau dua akun jejaring sosial, semata-mata agar tidak dikatai kudet atau ketinggalan zaman.
Tetapi akun Facebook dan Twitter mereka hampir tidak pernah dibuka. Jangankan status, profil saja tidak pernah diperbarui sejak beberapa tahun yang lalu.
Mereka ini biasanya memang termasuk orang yang tidak terlalu ingin tahu urusan orang lain, atau lebih suka mengikuti perkembangan berita dari media-media konservatif seperti koran dan siaran berita di televisi.
2. Si pengintai
Lebih dari 45 persen pengguna Facebook yang disurvei mendeskripsikan diri mereka sebagai si pengintai. Mereka ini termasuk pengguna pasif, tetapi bisa dikatakan masih lebih aktif daripada orang-orang di kategori pertama tadi.
Mereka rajin update perkembangan terbaru di Facebook atau Twitter, hobi mengecek timeline untuk mengetahui kabar terbaru tetapi jarang mengupdate status, berkomentar, atau bahkan share link.
3. Deniers
Ada beberapa orang yang menghabiskan lebih dari beberapa jam sehari untuk memantau jejaring sosial, panik kalau tidak bisa mengakses Facebook atau Twitter sehari saja.
Walaupun begitu mereka tidak mau disebut pecandu social media. Mereka mengaku bisa hidup tanpa jejaring sosial, meskipun kenyataan berkata sebaliknya. Inilah yang namanya deniers, orang-orang yang menyangkal adiksi mereka terhadap jejaring sosial.
4. Ultras
Mereka ini termasuk orang yang mengakui kalau jejaring sosial merupakan bagian penting dari rutinitas sehari-hari. Para ultra menghabiskan lebih dari 2 jam sehari untuk mengecek feed di Facebook atau Twitter.
Mereka selalu mengecek apakah ada notifikasi masuk setiap beberapa jam sekali.
5. Tukang ngomel
Kamu pasti sering menjumpai orang seperti ini mampir di timeline-mu. Orang-orang yang hobi mengeluh atau meluapkan emosi di jejaring sosial.
Status mereka biasanya panjang lebar dan hampir selalu berisi ketidakpuasan, keluhan, atau curcol. Tampaknya orang-orang ini memang sengaja memanfaatkan jejaring sosial sebagai sarana untuk melepaskan stres.
6. Si hantu
Orang-orang ini termasuk aktif di jejaring sosial. Rajin share berita, rajin update status, dan cukup aktif berkomentar. Tetapi mereka membagi informasi pribadi seminimal mungkin.
Profil akun mereka tidak bisa dibaca sembarang orang dan sedikit sekali informasi tentang si pemilik yang bisa didapat dari sana. Bahkan foto dan nama akunnya pun sengaja disamarkan.
Orang-orang seperti ini lebih suka menjaga anonimitas di dunia maya untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan.
7. Informan
Tipe yang satu ini juga sangat aktif di jejaring sosial. Tetapi bukan buat update status atau profil. Mereka lebih suka share berita atau artikel yang mereka anggap bermanfaat atau menarik kepada teman-teman dan follower.
8. Si narsis
Kalau yang satu ini pasti kamu sudah hapal. Orang-orang yang hobi pamer foto-foto pribadi. Tak cuma makanan dan foto saat liburan, wajah tanpa makeup sehabis bangun tidur dan luka di dengkul pun bisa jadi foto narsis.
Itulah 8 tipe umum pengguna jejaring sosial. Kira-kira kamu termasuk yang mana?

KOMENTAR ANDA

komentar

BACA JUGA :   "Password" dan "Paspor" Yang Sering Keliru Digunakan
Tags
Baca Selengkapnya

Related Articles

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Nonaktifkan Javascript Anti Iklan Anda :)
%d bloggers like this: