Beranda ARTIKEL BERITA SM3T UNJ dan Aksi “Don’t Worry Kupang”

SM3T UNJ dan Aksi “Don’t Worry Kupang”

2

Hanya segelintir orang yang mau dan bisa hidup dalam dunia yang serba terbatas. Hal ini tidak bagi para guru-guru SM3T (Sarjana Mendidik Terpencil, Terluar, dan Tertinggal) khususnya para guru SM3T dari Universitas Negeri Jakarta.

Program Penyebaran Guru SM3T dari kemristek Dikti, menjadikan Kab. Kupang sebagai salah satu daerah sasaran penempatan guru-guru hebat tersebut.
Para sarjana hebat ini  diharapkan mampu mendidik para pelajar di daerah-daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan yang sulit dijangkau.
Ditempatkan untuk mengajar di daerah yang serba kurang, tidaklah mengurangi semangat mereka untuk membangun hanya pada segi pendidikan saja. Akan tetapi merambat hingga pada aksi sosial, dan juga kesehatan.

Segala Bentuk usaha dan kerja keras ditempuh oleh para Guru hebat ini untuk dapat menumbuhkan benih-benih harapan anak bangsa yang nyaris pupus ditelan ketertinggalan, keterbelakangan, serta keterpencilan itu.

Kisah pengabdian para guru SM3T di pedalaman yang serba kurang dalam hal infrastruktur, dan sebagainya, serta dedikasi para guru tersebut sudah sepatutnya menjadi contoh dan inspirasi bagi semua guru dalam menjalankan tugasnya sebagai guru yang amat professional.Khususnya guru di daerah ini!

DON’T Worry Kupang Ada SM3T UNJ.

Hati siapa tak tergugah melihat realitas di daerah yang tergolong dalam kriteria 3T? mereka para pembawa benih-benih harapan ini, tak sebatas tergugah lalu habislah sudah. Ketergugahan itu diwujudnyatakannya lewat aksi penggalangan donasi. Aksi itu oleh para sarjana hebat dinamai DON’T Worry Kupang disingkat DWK. Secara lurus bila di Indonesiakan : Jangan Takut/Cemas Kupang…kami SM3T UNJ ada untuk anda! Luar biasa kan?

“adalah upaya pencarian donasi berupa uang, buku2, alat tulis, seragam, pakaian layak pakai, dll untuk membantu dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Yang menjadi prioritas adalah sekolah-sekolah tempat pengabdian para Guru Sm3T dari UNJ, serta juga dengan beberapa sekolah yang memenuhi syarat untuk diberi bantuan”

Mari Kita kenal lebih jauh apa itu Don’t Worry Kupang yang sebelumnya secara gamblang telah saya ulas pada tulisan yang lalu. (baca : http://www.matatimor.top/2016/07/dont-worry-kupang-cerita-di-ujung-waktu.html). lewat ulasan yang saya peroleh langsung dari Badan Pengurus DWK.

SM-3T
wilayah Kabupaten Kupang sebagai salah satu praktisi pendidikan di bawah
naungan Kemenristek Dikti memiliki kewajiban untuk berperan serta secara aktif
dalam pembangunan di bidang pendidikan,

serta di bidang lainnya seperti
kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat
.” Demikian yang
diungkapkan Slamet Widodo, S.Pd selaku Kordinator SM-3T Angkatan V UNJ.

Salah satu bentuk peran serta aktif tersebut adalah dengan membuat program kerja yang bisa membantu pemerataan berbagai bidang
masyarakat tersebut dengan nama
Don’t
Worry Kupang
(DWK). 

Ketua
DWK Simun Ardianto, S.Pd menjelaskan bahwa DWK
merupakan
suatu gerakan sosial kemasyarakatan yang ditujukan untuk memberikan andil
pembangunan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal di wilayah Kupang
dengan sasaran kegiatan di sekolah-sekolah dan masyarakat
yang berkebutuhan.

Dengan luasnya cakupan
program ini, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu kami,
guru-guru SM-3T, dalam pemerataan kualitas hidup masyarakat di daerah. Untuk
itu, k
ami mengajak masyarakat luas yang bersedia
memberikan bantuan dan donasinya untuk ikut ambil bagian dalam men
yukseskan kegiatan yang kami rancang melalui donasi Don’t Worry.

Simun
Ardianto, menambahkan, bahwa dengan bantuan dan donasi dari masyarakat luas,
tentunya dapat membantu mewujudkan andil pembangunan di daerah 3T agar dapat
maju bersama mencapai cita-cita luhur yang merupakan bentuk pengabdian kepada
bangsa. Donasi tersebut dikelola untuk disalurkan ke lokasi sasaran. Penyaluran
donasi juga tidak melulu disampaikan tetapi dibarengi dengan kegiatan lain
seperti pemberian motivasi, kelas inspirasi, pelatihan, games, program tanam
pohon, dan  kegiatan lain.
            Rangkaian pelaksanaan Kegiatan DWK:1.     
Pelatihan
Mewarnai bagi kelas I-III dan Pelatihan keterampilan pembuatan origami, serta
pemberian alat dan bahannya. Pelaksanaannya di SD Inpres Bointuka Kecamatan
Takari.
2.     
Pembuatan MCK
Umum di Desa Akle Kecamatan Semau Selatan.
3.     
Kegiatan Senyum
Don’t Worry di Sekolah Menengah Agama Kristen Fini Alekot dan PAUD Imanuel
Oh’aem Amfoang Selatan. Kegiatan yang dilakukan di SMAK meliputi beberapa
rangkaian kegiatan seperti pengadaan perpustakaan mini, pengadaan laboratorium
mini, tanam pohon bersama masyarakat, pemberian pakaian layak pakai untuk masyarakat,
dan kelas inspirasi. Sementara kegiatan di PAUD berupa praktek mencuci tangan,
pelatihan finger, pemberian wallpaper, kelas inspirasi, dan pengecatan tembok sekolah
4.     
Penyaluran
donasi Don’t Worry di sekolah-sekolah penempatan guru SM-3T UNJ. 31 sekolah
yang menjadi penempatan guru SM-3T mendapatkan donasi untuk membantu kebutuhan
sekolah
5.     
Penyaluran
donasi di Lembaga kesejahteraan sosial anak Nurusaadah dan penyerahan pakaian
layak pakai.
  SM-3T UNJ
ANGKATAN V PENEMPATAN KABUPTEN KUPANG.
Kegiatan :
Don’t Worry Kupang
Ketua
Kordinator: Slamet Widodo, S.Pd
Ketua DWK:
Simun Ardianto, S.Pd

Setahun sudah waktu berjalan, para sarjana hebat akan segera kembali. Besok, 06 Agustus 2016 adalah hari perpisahan dengan pemerintah setempat. Segala budi baik para sarjana hebat tak bisa kami balas….!
Andai saja waktu masih mengijinkan……ah sudahlah. Selamat Jalan….Sampai Jumpa di waktu lain kalau ada sumur diladang bolehlah kita menumpang mandi…..!

Sekali lagi terima kasih….Kalian para sarjana hebat…yang telah membawa sejuta senyuman dan berusaha membangkitkan semangat belajar anak-anak negeri ini. dan semoga apa yang telah dibangun dengan kerja keras dapat menjadi contoh bagi para pendidik di daerah ini…….kami senantiasa mendoakan. semoga kita tetap diberkahi oleh Yang Maha Memiliki Segalanya. Amin

Berikut Don’t Worry Kupang dalam jepretan camera!

KOMENTAR ANDA

0 komentar

2 KOMENTAR

  1. jangan terlalu puji itu program sm3t. program tersebut nyatanya telah merampas hak2 anda sebagai pemilik suatu kebudayaan untuk meneruskan kebudayaannya bagi generasi berikut. secara logis orang jawa tidak bisa mengajar budaya timor untuk anak timor.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini