Beranda ARTIKEL BERITA SISTEM MEMBACA CEPAT DAN EFEKTIF

SISTEM MEMBACA CEPAT DAN EFEKTIF

0

I.           
PENDAHULUAN
Manusia
modern tampaknya tidak dapat melepaskan diri dari media komunikasi. Salah satu
media komunikasi yang banyak dihadapi adalah media tulis baik buku teks maupun
media massa. Setiap hari kita disuguhi banyak berita dari media massa. Apalagi dalam era
keterbukaan dan reformasi seperti saat ini. Apabila kita tidak menaruh
perhatian pada media massa tersebut, pastilah kita akan tertinggal. Sebaliknya,
apabila kita ingin membaca semua informasi tulis tersebut, pastilah banyak
waktu tersita hanya untuk membaca. Untuk itu keterampilan membaca dengan cepat
dan efektif perlu dimiliki oleh setiap orang, baik pelajar, mahasiswa, maupun
mereka yang ingin terlibat secara aktif dalam percaturan kehidupan.
Ada
berbagai jenis membaca dan masing-masing jenis mempunyai spesifikasi dan fungsi
khusus. Jenis-jenis tersebut perlu dipahami sehingga kita dapat
semakin meningkatkan kemampuam membaca baik kemampuan membaca cepat maupum
kemampuan membaca efektif.
II.        
MEMBACA
CEPAT
Yang
dimaksud membaca cepat adalah sistem membaca dengan memperhitungkan waktu baca
dan tingkat pemahaman terhadap bahan yang dibacanya. Apabila waktu bacanya
semakin sedikit dan tingkat pemahamannya semakin tinggi, maka dikatakan bahwa
kecepatan baca orang tersebut semakin meningkat.
Pada
umumnya orang yang belum pernah mendapat latihan membaca pasti memiliki
kecepatan baca yang lebih rendah dari kemampuannya. Ada beberapa hal yang
menyebabkan rendahnya kecepatan baca seseorang, antara lain
a.   
Kebiasaan
lama yang telah mendarah daging seperti menggerakkan bibir untuk melafalkan,
menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri, dan menggunakan jari atau benda untuk
menunjuk kata-kata yang dibacanya.
b.  
Tidak
agresif (tidak bersemangat) dalama usaha memahami arti bacaan.
c.   
Persepsinya
kurang sehingga lambat dalam menginterpretasikan apa yang dibacanya.
Ada
beberapa faktor yang menyebabkan kecepatan baca seseorang terhambat, antara
lain
a.   
Vokalisasi,
yaitu membaca sambil bersuara atau mengucapkan kata demi kata yang dibacanya.
b.  
Gerakan
bibir pada waktu membaca baik bersuara mauapun tak bersuara.
c.   
Gerakan
kepala mengikuti kata-kata yang dibacanya.
d.  
Menunjuk
(dengan jari atau alat lain) kata-kata yang dibaca pada waktu membaca.
e.   
Regresi,
yaitu gerakan mata melihat kembali beberapa kata yang telah dibacanya.
f.    
Subvokalisasi,
yaitu melafalkan apa yang dibacanya dalam hati atau pikiran.
Untuk
meningkatkan kecepatan baca kita, pertama-tama kita perlu mengukur kecepatan
baca kita. Untuk itu perlu diadakan pengukuran kecepatan baca kita. Rumusnya :
(Jumlah
kata yang dibaca dibagi jumlah detik untuk membaca dikalikan 60) dikalikan
prosentase pemahaman.
Kecepatan
baca bergantung pada kebutuhan dan bahan yang dihadapinya. Pada umumnya
kecepatan baca dapat dirinci sebagai berikut :
a.   
Membaca
secara skimmming dan scannning (lebih dari 1000 kpm)
Tipe
membaca seperti ini biasanya digunakan untuk
     
mengenal
bahan-bahan yang akan dibaca
     
mencari
jawaban atas pertanyaan tertentu
     
mendapat
struktur dan organisasi bacaan serta menentukan gagasan umum dari bacaan
b.  
Membaca
dengan kecepatan tingngi (500 – 800 kpm)
Tipe
membaca seperti ini biasanya digunakan untuk
     
membaca
bahan-bahan yang mudah dan telah dikenali sebelumnya
     
membaca
novel ringan untuk mengikuti jalan ceritanya.
c.   
Membaca
secara cepat (350 – 500 kpm)
      Biasanya digunakan untuk
     
membaca
bacaan yang mudah dalam bentuk deskripsi dan bahan-bahan nonfiksi lain yang
bersifat informatif.
     
Membaca
fiksi yang agak sulit untuk menikmati keindahan sastranya dan mengantisipasi
akhir cerita.
d.  
Membaca
dengan kecepatan rata-rata (250 – 350 kpm)
Biasanya
digunakan untuk
     
membaca
fiksi yang komplek untuk analisis watak dan jalan ceritanya.
     
Membaca
nonfiksi yang agak sulit untuk mendapatkan detail, mencari hubungan, atau
membuat evaluasi ide penulis.
e.   
Membaca
lambat (100 – 125 kpm)
Biasanya
digunakan untuk
     
mempelajari
bahan-bahan yang sulit dan untuk menguasai isinya.
     
Menguasai
bahan-bahan ilmiah yang sulit dan bersifat teknis
     
Membuat analisis
bahan-bahan bernilai sastra klasik
     
Memecahkan
persoalan yang ditunjuk dengan bacaan yang bersifat instruksional (petunjuk).
III.     
MEMBACA
PEMAHAMAN
Membaca
pemahaman berkaitan erat dengan usaha memahami hal-hal penting dari apa yang
dibacanya. Yang dimaksud membaca pemahaman atau komprehensi adalah kemampuan
membaca ntuk mengerti ide pokok, detail penting, dan seluruh pengertian.
Pemahaman ini berkaitan erat dengan kemampuan mengingat bahan yang dibacanya.
Usaha efektif untuk memahami dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan
a.   
mengorganisasikan
bahan yang dibacanya dalam kaitan yang mudah dipahami.
b.  
Mengaitkan
fakta yang satu dengana fakta yang lain atau menghubungkannya dengan fakta dan
konteks.
Tingkat
pemahaman dalam membaca berkaitan pula dengan sistem membaca yang dipakainya.
Umumnya orang cendenrung langsung membaca teks tanpa mempersiapkan prakondisi
sehingga pembacaaan terssebut menjadi efektif.
Ada
beberapa sistem membaca, antara lain
1.
SQ3R      :
survey-question-read-recite-review
2.
SQ4R      : survey-question-read-recite-rite-review
3.
POINT     :
purpose-overview-interpret-note-test
4.
OK4R      : overview-key
ideas-read-summarize-test
Salahsatu
sistem yang banyak dikenal dan dipakai orang adalah SQ3R. Sistem membaca SQ3R
dikemukakan oleh Francis P. Robinson pada tahun 1941. SQ3R merupakan proses
membaca yang terdiri dari lima langkah, yaitu
1.  
SURVEI
Survei
atau prabaca adalah teknik mengenal bahan sebelum membacanya secara lengkap.
Tujuan srvei adalah
  1. mempercepat menangkap arti
  2. mendapatkan abastrak
  3. mengetahui ide-ide penting
  4. melihan susunan
    (organisasi) bahan bacaan.
  5. Mendapatkan minat
    perhatian yang seksama terhadap bacaan.
  6. Memudahkan mengingat lebih
    banyak dan memahami lebih mudah.
Ada
beberapa teknik dalam melakukan survei. Untuk tiap jenis bacaan, teknik
surveinya berbeda.
  1. Tekni survei buku
– telusuri daftar isinya

baca kata pengantar
– lihat tabel, grafik

lihan apendiks
– telusuri indeks
  1. Teknik survei bab
– lihat paragraf pertama dan terakhir

lihat ringkasan
              – lihat subjudul
  1. Teknik survei artikel
– baca judul

baca semua subjudul
              – amati tabel
              – baca pengantar
              – baca kalimat pertama subbab
              – buatlah keputusan (dibaca atau
tidak)
  1. Teknik survei klipping

perhatikan judul
– perhatikan penulisnya
2.  
QUESTION
Pada
langkah ini kita mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang isi bacaan.
3.  
READ
Perlu
disadari bahwa membaca merupakan langkah ketiga, bukan langkah pertama.
4.  
RECITE/RECALL
Pada
tahap ini Anda dapat membuat catatan seperlunya
5.  
REVIEW
Pada
tahal ini Anda mencoba mengingat kembali dengan membaca ulang bacaan yang Anda
baca.
Menemukan
Ide Pokok Wacana
Memahami
suatu teks berarti memahami ide pokok yang hendak disampaikan oleh penulis teks
tersebut. Untuk itu fokus pembacaan haruslah diletakkan pada usaha memahami ide
pokok penulis. Ide pokok suatu buku dapat dikenali dalam
a.   
ikhtisar
umum yang ada di awal buku
b.  
ikhtisar bab
c.   
ikhtisar
bagian bab
d.  
ide pokok
paragraf
Kadang-kadang
orang terlalu membuang waktu untuk detail sebelum dia menemukan ide pokoknya.
Detail adalah fakta atau informasi yang dikemas dalam paragraf untuk
membuktikan, menjabarkan, dan memberikan contoh yang mendukung ide pokok.
Salahsatu cara mengenali detail penting adalah dengan mencari petunjuk-petunjuk
yang digunakan oleh penulis untuk membantu pembaca, antara lain dengan
a.   
ditulis
cetak miring
b.  
digarisbawahi
c.   
dicetak
tebal
d.  
dibubuhi
angka-angka
e.   
ditulis
dengan kode huruf (a,b,c,d)
Kata-kata
kunci merupakan kata penuntun untuk membantu mengetahui jalan pikiran penulis.
Kata kunci antara lain
a.   
ungkapan
penekanan
b.  
kata yang
mengubah arah
c.   
kata
ilustrasi
d.  
kata
tambahan
e.   
kata
simpulan
IV.      
MEMBACA
KRITIS
Membaca
secara kritis adalah cara membaca dengan melihat motif penulis dan menilainya.
Dengan demikian, pembca tidak sekedar membaca, melainkan juga berpikir tentang
masalah yang dibahas. Hal yang harus diingat dalam membaca kritis adalah bahwa
tidak semua yang ditulis itu benar.
Untuk
itu kita harus mengikuti jalan pikiran penulis dengan cepat, akurat, dan
kritis. Akurat artinya mampu membedakan hal yang relevan dan tidak relevan.
Kritis artinya menerima pemikiran yang ditulis dengan dasar yang baik, logis,
benar, dan realistis.
Langkah-langkah
yang harus ditempuh dalam membaca kritis adalah
a.   
mengerti isi
bacaan
b.  
menguji
sumber penulisan
c.   
ada
interaksi antara penulis dan pembaca.
d.  
Memutuskan
:menerima atau menolak ide penulis
Untuk
dapat melakukan evaluasi terhadap gagasan orang lain, kita perlu
mengingat-ingat secara lebih seksama apa saja yang dikemukakan oleh penulis.
Untuk itu, ingatan sangat penting. Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh
agar kita dapat mengingat lebih lama ddan lebih baik, yiatu
a.   
hadapi bahan
dengan tujuan
b.  
survei apa
saja yang perlu diingat
c.   
cai fakta
dan dapatkan dalam hubungannya dengana konteks
d.  
kaitkan apa
yang dibaca dengan yang telah diketahui.
e.   
Perhatikan
apa yang penting bagi Anda.
Dalam
usaha menanggapi pendapata orang lain, kita tidak boleh melupakan hal-hal yang
penting yang diungkapkan oleh penulis. Agar tidak terlupakan perlu dibuat
sejumlah catatan dari bacaan yang kita baca. Pokok-pokok yang perlu dicatat
antara lain
a.   
bagian-bagian
kunci :ide pokok, masalah, informasi penting
b.  
asumsi
penulis tentang segi tertentu
c.   
detail atau
fakta yang kita perlukan
d.  
pokok-pokok
yang menarik
Ada
tiga jenis catatan, yaitu
a.   
catatan
berupa koleksi fakta dan detail penting
b.  
catatan
berupa kutipan kalimat, paragraf, kata kunci
c.   
catatan
berupa ringkasan
V.         
SKIMMING
DAN SCANNING
Skimming
adalah cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokok bacaan. Scanning
adalah cara membaca dengan cara melompat langsung ke sasaran yang dicari.
Bagian-bagian
yanag dapat dilompati antara lain
a.   
bagian yang
telah diketahui dari buku lain
b.  
bagian yang
berisi informasi yang tidak memenuhi tujuan membaca
c.   
bagian yang
hanya merupakan contoh atau ilustrasi
d.  
bagian yang
merupakan ringkasan bab sebelumnya.
Yang
dimaksud skimming adalah mencari hal-hal penting dari bacaaan. Fungsi skimming
adalah
a.   
untuk
mengenali topik bacaan
b.  
untuk
mengetahui pendapat/opini orang
c.   
untuk
mendapatkan bagian penting yang kita butuhkan
d.  
untuk
mengetahui organisasi penulisan, urutan ide pokok, dan cara berpikir penulis.
e.   
Untuk
penyegaran apa yang pernah dibaca.
Scanning
adalah teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang
lain. Scanning biasa digunakan untuk
a.   
mencari
nomor telepon
b.  
mencari kata
pada kamus
c.   
mencari
eintri pada indeks
d.  
mencari
angka statistik
e.   
melihat
acara siaran televisi
f.    
melihat
daftar perjalanan

KOMENTAR ANDA

0 komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini