Beranda ARTIKEL BERITA Senja Dua Pelangi

Senja Dua Pelangi

2

Foto lawas…tak ada tukang potret..hahahaha
Sore ini, sehabis bumi dibasahi tetes air hujan yang turun tak begitu lama. Aku mengendarai kuda besiku menyusuri jalanan yang habis dilumuri. Dari kejauhan tampak dua warna warni pelangi menghiasi langit Fatuleu. Walau tak sempurna membentuk setengah lingkarn, dua pelangi itu dapat dilihat jelas oleh setiap orang yang melintas di jalan timor raya, tepat di depan sekolah tempat aku mengabdi.

Jalanan masih tetap basah. Walau hujan tak lagi menetes. Gesekan bahan karet pada roda kendaraan terdengar seperti sobekan kain. Mendesis lalu-lalang lalu lintas tak ada habisnya. Saya hendak kemana? Ah…tanpa arah dan tujuan jelas…kugeber-geber sepeda motor ini….sambil ngelamun …..menatap sebentar ke arah dua pelangi itu….

perjalanan tanpa arah ini jaraknya sudah hampir tiga kilometer, kupastikan itu lewat tugu kilom meter merah putih di samping janaln….
kuputuskan untuk memutar arah. Kembali kerumah dan menikmati keindahan dua pelangi itu dari teras pondok kecilku…. Back to home……..
Sambil menikmati segelas kopi hitam diikuti dengan sulutan api membakar ujung gulungan tembakau yang habis kubeli di kios depan….yah..satu kebiasaan buruk yang sulit kuhapuskan. Merokok! Dan merokok lagi. Sejak duduk di bangku SMP, saat itu masih mencoba-coba, hingga kini, aku tengah berpikir bagaimana caranya agar bisa melepas kebiasaan ini. Sulit memang. Harus kuakui bahwa tidak mudah melepas kebiasaan buruk ini

Kusandarkan punggungku pada sebuah kursi plastik hijau……menatap kearah dua pelangi yang masih berdiri manis dibalik gunung Fatuleu. Ya….dari depan rumahku, tampak jelas kokoh gunung Batu Keramat Fatuleu……
dengan keindahan rona warna-warninya pelangi itu, menghadirkan sensai tersendiri bagiku untuk memainkan ide-ide kecil yang mulai merasuki pikiran. 
Termenung, dan segera kuraih notebook….kupangku dengan penuh manja….sesaat setelah ucapan welcomo mulai tampil, Icon Desktop berwarna biru dengan logo W (microsoft word) kubuka dan segera Kumainkan jemariku di atas tombol-tombol berhuruf. Biar lepas sudah kegundahan ini
 Aku mencoba membunuh kegundahan ini dengan menulis. Walau kusadar bahwa apa yang kucoret disini tak ada begitu berisi. Tak mengapa…inilah aku….ditemani indah dua pelangi di dibalik gunung batu sana….aku ingin berkisah…bahwa merokok itu ….ah..sudahlah..nikmat yang membawa sengsara.
Dua pelangi indah…bersamaku menghantar senja ini, hingga semburat jingga mentari di ufuk barat mulai lenyap, hanyutkan dua indah pelangi itu…lalu gelap datang….tak juga hadir cahaya gemintang. Sebab birunya langit telah tertutup hitamny awan…meski hujan tak kunjung datang. Jingga mentari telah membawa pergi indah dua pelangi itu. Lalu malam pun tiba….siul jangkrik dan nyanyian katak mulai membelah sunyi ini…
 dua batang gulungan temkau menjadi abu sudah ….

Selamat Sore menjelang malam Dua PELANGI…!

KOMENTAR ANDA

0 komentar

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini