ARTIKEL BERITA

Senja di Pelabuhan Tenau Kupang



Sore menjelang malam, saat mentari perlahan beranjak ke peraduannya. Dari kejauhan tampak kerlip lampu di pulau Bungtilu. Warna langit berubah menjadi rerona jingga dipadu warna biru keunguan. Langit mempesona di senja ini!. alam ini sungguh indah! 

Bocah-bocah kecil tengah menanti penuh harap. menunggu mata kail yang telah direndam segera disambar! Ah…dari wajahnya seperti belum juga ada hasil.

Dapa banyak ko? tanyaku memecah kesunyian, sambil mendekati seorang diantaranya. sok dekat sok kenal!……
Aku hanya ingin berbasa basi, mengisi sepi ini. Ia tak menjawabku si bocah kecil ini. Menatapku sebentar, tak pedulikan senyumanku ini entah manis atau sinis hanya Tuhan yang tahu!

Ah sudahlah, tak ambil pusing. Aku kembali melempar pandangan ke arah nusa Bungtilu.  Pulau di seberang, yang menyajikan keindahan di senja ini. Postur dan liku-liku pulau kecil dengan dua kecamatan itu, berpadu manis bersama indah langit di penghujung hari. ! perpaduan itu kian kemayu, kala mentari betul-betul lenyap dari tatapan mata, bersembunyi dibalik molek tekstur nusa Bungtilu. Menyisakan jejak jingga biru keunguan warna cakrawala!..ketenanganlah yang mampu menggiring setiap orang untuk dapat menyelami keindahan alam ini……..
Perahu nelayan mulai berarak. Melaju beriringan bersama riak ombak di laut tenau senja ini! Lautan di pelabuhan ini seperti turut merasakan sepinya beberapa sudut di pelabuhan ini. Mata ini terus mengikuti arah para perahu itu berlayar…hingga dilenyapkan pekatnya malam.
Pelabuhan Tenau, di bagian terminal penumpang, seperti tak berpenghuni. sepii!…..tak seperti biasa di senja ini (sebelumnya saya kesini terlihat riuh ramai dipenuhi manusia). setelah kupastikan ke pak satpam di seberang, yang mondar mandir entah apa yang diamankan sedari tadi, senyumpun tidak! pak pak!
Kapal penumpang sedang tak ada jadwal berlabuh. Itu artinya di bagian terminal penumpang boleh dibilang no activity! 
Sepi…..namun tak sunyi sebab di arah selatan, kesibukan membongkar muatan dari atas kapal barang terus berlanjut. Sesekali deretan kotak besi segi empat bersentuhan dan menggaduhkan suasana. Itu namanya container. Tempat isi barang! dorang bilang begitu kaka….!Berderet-deret kotak besi itu disusun mirip batu bata rumah.
Aku…bersama keindahan senja di pelabuhan ini, menanti sebuah kepastian yang nyaris tak ada ujung.

lautan biru di sekitar dermaga sudah berubah menjadi hitam pekat. saat mentari kini berganti gemintang menghiasi awan malam di sekitar pelabuhan. Dipadu indah kerlip lampu perahu para nelayan.
Lautan ini pun seperti tahu pula akan gelisah hati ini. Tak ada dentuman ombak menghantam tembok pembatas di sekitaran bibir pantai yang telah dibatasi coran beton.

BACA JUGA :   Bersinergi Membangun Daerah (CakrawalaNTT dan Mimpi Generasi Emas 2050)
BACA JUGA :   "Password" dan "Paspor" Yang Sering Keliru Digunakan

Aku dan beberapa kerabat masih tetap menunggu, hingga ikan-ikan kecil yang bermain-main di sekitar tiang penopang dermaga, seperti telah bosan dengan kehadiranku. mereka tak lagi bermain-main disitu, pergi bersama gelapnya malam

BACA JUGA :   Dua Puluh Sembilan Tahun

Barang yang ditunggu akhirnya diangkat keluar dari dalam perut kapal barang di arah selatan! dengan bantuan robot raksasa, beberapa kotak dibopong keluar.
…….kita segera kembali menyusuri jalur timor raya….menuju kembali ke rumah kita nun jauh di kabupaten sana. Setelah hampir lima jam menunggu.

selamat malam penghuni!

KOMENTAR ANDA

komentar

Baca Selengkapnya

Related Articles

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Nonaktifkan Javascript Anti Iklan Anda :)
%d bloggers like this: