Beranda ARTIKEL BERITA SASTRA BUKAN HIBURAN SEMATA

SASTRA BUKAN HIBURAN SEMATA

0

Oleh Astrada Charani Selli (Guru di SMA Negeri 1 Fatuleu)

Bermain
kata,bermain rasa dan bermain frasa selalu identik dengan sastra.Berbicara
tentang sastra
berarti 
kita berbicara tentang suatu teks atau karya sastra yang di dalamnya bukan
hanya tulisan semata tetapi terdapat bahasa yang di jadikan wahana untuk
mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.Kata sastra(sansekerta”shastra”)merupakan
kata serapan dari bahasa sansekerta “sastra”yang berarti “instruksi atau ajaran
dan”tra”yang berarti alat atau sarana.Dalam bahasa Indonesia, kata-kata ini
digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan “atau suatu jenis tulisan yang
memiliki arti atau keindahan. 

                Dalam karya sastra yang di
hasilkan, dikenal dalam dua bentuk,yakni fiksi dan non fiksi.Sastra fiksi
terdiri atas prosa,puisi dan drama sedangkan contoh non fiksi sastra adalah
biografi,esai dan kritik sastra.Menurut semi(1998:8),sastra dalah suatu bentuk
hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya
menggunakan  bahasa sebagai mediumnya. sastra
hanyalah suatu teks yang diciptakan oleh seorang penulis  dan di ceritakan berdasarkan kehidupan
bermasyarakat,namun suatu karya sastra ditulis oleh seorang sastrawan atau
seorang penulis yang dikembangkan dari hasil imajinasi seseorang bersifat
indah  dan baru serta di lukiskan bukan
hanya suatu tulisan tanpa makna karena inspirasi penulis tertuang dalam karya
yang dihasilkan  berdasarkan fakta maupun
hanyalah imajinasi seseorang terhadap makna dalam kenyataan yang akan terjadi
maupun yang sudah terjadi.
            Mengapa karya sastra bermakna dan
bukan hanya hiburan semata?,menurut Plato,sastra adalah hasil peniruan atau
gambaran dari kenyataan(mimesis). Suatu tulisan atau karya sastra yang
dihasilkan merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model
kenyataan.Oleh karena itu,sastra adalah suatu lembaga social yang menggunakan
bahasa sebagai medium dan merupakan ciptaan social untuk menampilkan gambaran
kehidupan dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan social. Karya sastra
yang dihasilkan berdasarkan keinginan bukan hanya untuk  memaparkan pikiran serta perasaan estetis
manusia pembuatnya sehingga semua ide-ide yang disampaikan, tersirat dalam
amanat yang pada umumnya  sebagai
pembelajaran dan pedoman untuk menghadapi hidup, bila peristiwa dalam sastra di
alami pembaca.

    Karya sastra diciptakan untuk dibaca dan
dinikmati penikmat sastra,seringkali sebagai penikmat karya sastra hanya
menganggap bahwa suatu karya sastra yang di baca  hanya untuk mengisi waktu dikala
senggang.padahal perlu diketahui bahwa suatu karya sastra yang di baca memiliki
makna tersirat di dalmnya untuk bisa di jadikan pedoman dalam
kehidupan.Sesungguhnya,karya sastra memiliki manfaat bagi sang penikmat atau
pembaca sastra itu sendiri Karena,di dalam karya sastra terdapat unsur-unsur
pembentuknya,yakni unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsik.Menyebut kata
satra,selalu identik dengan makna karena di dalam suatu karya sastra yang di
hasilkan memiliki pesan moral untuk dijadikan 
pedoman dalam merfleksi diri untuk menyikapi fenomena yang mungkin saja
bisa di alami atau bisa saja terjadi dalam kehidupan penikmat sastra itu
sendiri..

     Setiap peristiwa meninggalkan makna,setiap
cerita memberikan arti.Begitu pula dengan karya 
sastra yang di ciptakan bukan hanya untuk mengkombinasikan ide-ide
sebagai penyalur pikiran dan perasaan dari pembuat estetika manusia namun
sastra yang di baca dapat memberikan manfaat bagi penikmat karena pada saat
penikmat atau pembaca karya sastra membaca,pembaca sudah mendapat sumber ide
dan inspirasi dari balik karya sastra yang di baca .Untuk itu,jika karya satra
memberikan inspirasi dan terkandung makna untuk menjadi pegangan dan sebagai
motivasi dalam menghadapi kehidupan dalam bermasyarakat maka,sastra bukanlah
hanya suatu teks tanpa makna untuk menghilangkan kejenuhan atau mengisi waktu
luang saat belum sibuk tetapi karya  sastra di tuangkan lewat ide sebagai inspirasi
bagi orang lain sebagai fandasi untuk menjadikan sumber pemikiran dan inspirasi
bagi penikmat sastra karena sastra yang di ciptakan memilik pesan tersirat atau
pesan moral untuk menghadapi kenyataan yang akan terjadi dalam kehidupan
pembaca..

KOMENTAR ANDA

0 komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini