RELIGIUSRENUNGAN

Renungan Katholik Minggu Prapaskah IV

Ijinl Yohanes 9 : 1 – 41

Bacaan hari ini menunjukkan bahwa orang buta itu bukan hanya memperoleh penglihatan saja. Orang itu juga memperoleh iman. Dia benar-benar menjadi umat Tuhan yang percaya kepada Terang dunia, yaitu Yesus Kristus.

Dia benar-benar mendapatkan penglihatan pada mata dan pada hatinya. Penglihatan orang buta ini membuat orang-orang terpecah menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama takjub dan percaya bahwa Yesus adalah Sang Mesias karena mukjizat yang Dia kerjakan ini. Yesus bukan hanya menyembuhkan mata yang sakit, tetapi Dia memberikan penglihatan kepada mata yang tidak pernah berfungsi. Tetapi sebagian lagi menolak Dia karena Yesus mengerjakan pekerjaan ini di hari Sabat. Yesus dengan sengaja menekankan “pekerjaan-pekerjaan Allah” yang harus segera Dia lakukan (ay. 4), walaupun di hari Sabat.

Ini ternyata sangat menyinggung orang-orang Yahudi. Mereka membenci Dia karena Dia melanggar Sabat. Tidak peduli betapa besar mukjizat yang telah Dia lakukan, tidak peduli betapa besar cinta kasih-Nya bagi orang-orang yang menderita, jika Dia melanggar Sabat, Dia harus dihukum. Inilah kelompok kedua, yaitu kelompok yang membenci Yesus dan ingin menghukum Dia untuk hal-hal yang Dia kerjakan.

BACA JUGA :   Tradisi Nikah Adat & Nikah Gereja Pada Masyarakat Rote

Tidak peduli betapa besar, baik, dan mulianya pekerjaan itu, selama hari Sabat dilanggar, mereka akan menghukum Yesus. Mengapa mereka sangat teliti di dalam memelihara Sabat? Karena mereka percaya Sabat sejati, yaitu ketika Tuhan memulihkan bumi ini melalui Israel, hanya akan tiba jika mereka setia kepada Sabat setiap minggu.

Jika mereka mengabaikan Sabat mingguan, maka Sabat sejati tidak akan datang. Tetapi Yesus mengajarkan hal yang lain. Sabat sejati justru tiba setelah semua pekerjaan selesai dilakukan. Justru dengan bekerja hingga genap, barulah Sabat akan datang (Yoh. 5:17-18).

Tetapi orang buta yang telah diberikan penglihatan oleh Yesus, dialah yang membela Yesus (ay. 17). Dia terus menekankan kuasa yang Yesus telah kerjakan pada dirinya. Benarkah Yesus pelanggar Sabat? Benarkah Dia tidak diperkenan oleh Allah? Tetapi Dia telah melakukan hal-hal yang penuh kuasa ini. Bisakah orang yang tidak diperkenan Allah mengerjakan hal-hal besar ini?

BACA JUGA :   Renungan Minggu Prapaskah III | Meminum Air Hidup dari Yesus

Orang buta itu sekarang telah melihat dan beriman. Inilah cara Tuhan memanggil umat-Nya. Kita mungkin tidak buta secara fisik, tetapi kita semua tadinya buta secara hati. Hati kita melihat apa yang diinginkan dunia ini, tetapi kita mengabaikan Sang Pencipta dan Pemelihara dunia ini. Hati kita mengenal dosa dan segala bentuk kecemaran, tetapi tidak mengenal damai sejahtera Allah.

BACA JUGA :   Sembilan Nilai Kristiani untuk Keluarga Katolik yang Bahagia

Hati kita terpikat oleh tawaran dunia ini, tetapi tertidur ketika diperhadapkan pada kebenaran firman Allah. Hati kita buta. Hati kita tidak pernah bisa melihat kemuliaan Kristus. Tetapi belas kasihan Kristus membuat kita memiliki hati yang baru. Hati yang baru ini adalah hati yang melihat kemuliaan Allah. Hati yang melihat apa yang Allah lakukan. Hati yang menginginkan Allah lebih daripada apa pun. Hati yang dimiliki oleh umat-Nya yang sejati.

KOMENTAR ANDA

komentar

Tags
Baca Selengkapnya
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Nonaktifkan Javascript Anti Iklan Anda :)
%d bloggers like this: