INSPIRASIOPINIRELIGIUSRENUNGAN

Renungan Katholik | Minggu Adven III 2019

‘BERSUKACITALAH SELALU DALAM TUHAN
SEBAB TUHAN SUDAH   DEKAT” (Flp, 4:4)
Yes.35: -6a.10; Mzm 146: 7,8-9a, 9bc-10; Yak. 5: 7-10; Mat 11: 2-11
 
Oleh RD. Anselmus Leu | Pastor Paroki Santa Helena Lili – Camplong
 

Pengantar

  Warta gembira akan tahun rahmat Tuhan membuat kita semakin siap menyambut peristiwa Allah yang menjadi manusia.
 
Kesimpulan  itu tidak boleh hanya dalam rupa tata  lahir  saja, namun harus  meresap dalam batin, siap lahir dan batin.
 
Yohanes Pembaptis menjadi nabi yang menyerukan  persiapan  batin bagi orang yang menantikan kedatangan-Nya.
 
Semua pewartaan ini dikemas dalam suasana gembiran, bukan kelesuan, bukan ketakutan, namun pengharappan.

1. Tuhan  sendiri datang  menyembuhkan  kita (Yes 35: 4)

Selama hidup ini, kita pasti pernah menantikan datangnya seseorang yang kita kasihi, entah seorang sahabat, anak, orangtua, keluarga dan bahkan teman  atau pacar.
 
Dalam  kaitan dengan  penantian biasanya kita mempersiapkan diri  kita sendiri, lingkungan rumah kita dan apa yang perlu untuk kepentingan dia yang dinantikan.
 
Pokoknya kita harap-harap cemas dan penuh kegembiraan.
 
Sebagaimana  penantian kita akan datangnya tamu kita atau keluarga kita  demikian pula kegembiraan ini hendaknya juga menjadi kegembiraan beriman yang  menyadari  bahwa Tuhan akan segera  datang untuk  menyelamatkan umat-Nya.
 
Kedatangan Tuhan itu benar-benar merupakan saat  pembebasan, seperti yang dikumandangkan oleh sang Pemazmur:
 
”Tuhan memberi roti kepada mereka yang lapar, membela hak orang-orang yang tertindas” (Mzm 146: 8).
 
Ketika Ia datang, akan ada damai di seluruh bumi dan sukacita bagi yang berdukacita, seperti tertulis,
 
“Orang lumpuh bukan hanya bisa berjalan, tetapi memlompat-lompat seperti rusa (Yes 35: 10), mulut orang bisu tidak hanya bisa berkata-kata, tetapi menyanyikan lagu pujian (Yes 35:6), maka duka dan keluh kesah akan lenyap (Yes 35: 10).
 
Mesias  itu  sudah datang dan ada di tengah-tengah kita, maka kita tak akan perlu ragu-ragu tentang Dia, karena inilah tanda  kehadiran-Nya:
 
“Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta disembuhkan,  orang tuli mendengar, orang mati hidup  kembali dan kepada orang miskin diberitakan khabar baik”(Mat  11: 46)

2. Kedatangan-Nya harus Ditunggu   dengan Sabar dan penuh Harapan

“Sabarlah, saudara-saudara sampai Tuhan datang” (Yak 5: 7).
 
Kesabaran seperti yang ditegaskan oleh santo Yakobus dalam suaratnya berarti ulet, setia,  dan tahan uji. Kita harus tahu berusaha mengubah dan membaharui diri serta  membiarkan Tuhan melaksanakan kehendak-Nya dalam kita. 
 
Kita harus berani menjadi alat  dan suara Tuhan bagi orang-orang yang tidak dapat bersuara. 
 
Menghayati kehidupan doa dan tobat sebagai  cara yang terbaik untuk  mempersiapkan kedatangan Tuhan.
 
Sangatlah tepat bila adven  betul-betul diterima sebagai peluang yang istimewa untuk pengakuan dan pengampunan dosa.
 
Mengapa kita harus mengaku dosa-dosa kita?
 
Karena pada Hari Natal kita akan menerima Tubuh  dan Darah Tuhan  kita Yesus Kristus, maka kita juga harus membersihkan diri kita agar kita layak menerima Yesus masuk dan tinggal di dalam hidup kita. 
 
Pesta Natal  adalah pesta Damai  maka hendaknya kita berdamai  dengan diri sendiri, sesama, alam dan Allah.
 
Kita adalah satu keluarga besar pencipta dan ciptaan. Maka  sebelum kita berjumpa dengan Raja alam raya maka kita hendak berdamai terlebih  dahulu.
 
Agar kita bergandengan  tangan  bertemu dengan Tuhan dan pencipta kita.
 

KOMENTAR ANDA

komentar

BACA JUGA :   Krisis Ekologis : Suatu Masalah Moral
Tags
Baca Selengkapnya

Related Articles

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Nonaktifkan Javascript Anti Iklan Anda :)
%d bloggers like this: