Press Release Kasus pembunuhan Ayah Terhadap Dua Orang Anak Kandung di Toianas

oleh -Dibaca 1,875 Kali
oleh
IMG 20250304 WA0124

MataTimor.com – TTS – Kapolres TTS AKBP Sigit Harimbawan.,S.H., S.I.K., M.H didampingi Kasat Reskrim Iptu Joel Ndolu.SH, Kanit Pidum Aiptu Yandri Tlonaen, Paur Iden Aipa Purwanto.S.Sos, Selasa ( 04/03/25 sekira pukul 16:00 wita tadi sore menggelar press release kasus pembunuhan Ayah kandung menghilangkan nyawa dua anak kandung di Desa Skinu Kecamatan Toianas Kabupaten TTS , Senin (03/03/25) kemarin di TKP Sungai Noeponof.

Dalam keterangannya, Kapolres TTS, menjelaskan bahwa kronologis peristiwa naas tersebut adalah pelaku YT (40) sebelumnya bersama istrinya LB ( 40) dan kedua korban Bunga ( nama samaran) ( 14) dan Mawar( nama samaran) ( 09) sejak pagi Senin 03 Maret 2025 kemarin sekita pukul 08:00 wita pergi ke kebun untuk menjaga tanaman dari hama tanaman.” Jelas Kapolres TTS”.

Selanjutnya sekira pukul 11:00 wita LB (40) istri pelaku mengajak pelaku YT (40) dan kedua korban Bunga nama samaran (14) dan Mawar nama samaran (09) yang merupakan dua anak kandung mereka untuk mencari udang di sungai noe ponof.” Katanya.

Setelah tiba di sungai noe ponof LB ( 40) istri pelaku YT (40) mengajak dan kedua anak mereka korban Bunga (14) dan Mawar (09) untuk bergeser ke sungai arah atas di tempat yang bernama Poli sehingga pelaku YT (40) langsung bertanya kepada istrinya LB(40) kamu ajak saya mencari udang ke Sungai Poli supaya saya mati kamu kawin lagi?” dan saat itu spontan istri LB (40) dan kedua anak mereka korban Bunga (14) dan Mawar (09) tertawa sehingga pelaku YT (40) langsung pitam dan mengambil sebuah batu dan melempar istrinya LB (40) sehingga istrinya berteriak agar kedua korban Bunga (14) dan Mawar (09) segera melarikan diri, namun justru pelaku YT (40) mengejar dua korban anak mereka Bunga (14) dan menebas menggunakan parang secara berulang kali sehingga Bunga (14) meninggal di TKP Sungai Noeponof.” Tambah Kapolres TTS”.

Usai membunuh Bunga (14) pelaku YT (40) berbalik arah mengejar Mawar (09) dan menebas lagi menggunakan sebilah parang secara berulang hingga korban Mawar (09) ikut meninggal ditempat sebagaimana kaka kandungnya Bunga (14), sementara istrinya LB (40) berusaha melarikan diri ke arah perkampungan sambil berteriak minta tolong warga sekitar dan saat itu datang saksi NL (64) yang juga korban terkena bacok bermaksud menolong LB (40) namun pelaku YT(40) saat itu memegang parang dan membacok istrinya LB (40) sehingga masyarakat sekitar perkampungan mendeteksi dan mengepung pelaku sehingga pelaku tidak dapat melarikan diri jauh dari TKP hingga Aparat Polsek Amanatun Utara Ayotupas tiba dan mengamankan Pelaku YT (40).” Papar Kapolres.

Akibat perbuatan sadis pelaku yang berusaha menghilangkan nyawa kedua anak kandung maka pelaku YT (40) di jerat Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 44 Ayat (3) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau Pasal 80 Ayat (3) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tauun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara di tambah satu per tiga (1/3) hukuman karena pelaku merupakan Ayah Kandung sendiri untuk dua anak kandung dan sementara pelaku saat ini sudah mendekam di ruang tahanan Polres TTS guna proses hukum lebih lanjut.” Tutup Kapolres Sigit.

Pantauan media di ruang pres relis sat reskrim Polres TTS penyidik mrmbeberkan juga sejumlah barang bukti berupa pakaian kedua korban, sebilah parang, sebuah batu, 3 pasang sandal jepit dan barang bukti lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.