Beranda ARTIKEL BERITA Menyoal Debat Cawapres: Solusi Persoalan Sektor Pendidikan Tak Terlihat

Menyoal Debat Cawapres: Solusi Persoalan Sektor Pendidikan Tak Terlihat

0
Menyoal Debat Cawapres: Solusi Persoalan Sektor Pendidikan Tak Terlihat 
 Pernyataan Pers Bersama (Humas ICW)



Kejahatan korupsi dalam sektor pendidikan masih dilupakan. Isu tersebut sama sekali tidak dibicarakant dalam debat putaran ke-3 antar calon Wakil Presiden – Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno. Padahal melawan korupsi merupakan prasyarat agar kebijakan dan program pendidikan bisa terlaksana, sekaligus mengembalikan institusi pendidikan sebagai tempat menciptakan generasi antikorupsi. 

Kedua calon Wakil Presiden – Ma’aruf Amin dan Sandiaga Uno- sebelumnya telah mempresentasikan program pendidikan mereka dalam debat putaran ke-3 (17/3). Pada debat tersebut kedua cawapres dihadapkan dengan empat isu, yakni kesehatan, ketenagakerjaan, sosial budaya, dan pendidikan. Penting untuk dicermati adalah dalam paparan terkait sektor pendidikan, sangat terlihat kedua cawapres tidak menyentuh akar persoalan utama yaitu guru dan tata kelola pendidikan. 
Berkaitan dengan guru, kedua cawapres hanya menyinggung isu lama terkait kesejahteraan. Padahal masih banyak aspek lain yang juga harus mendapat perhatian seperti kualitas, distribusi, hingga otoritas mengajar. Pembenahan pendidikan mesti dimulai dari pembenahan guru.  Karenanya siapa pun yang nanti akan terpilih, mesti menempatkan agenda reformasi guru dalam daftar prioritas kebijakan.
Tabel 1. Masalah terkait guru

Begitu pula dengan tata kelola. Korupsi menjadi akar permasalahan dari berbagai masalah pendidikan. Khususnya terkait dengan akses dan mutu seperti biaya mahal, gedung sekolah rusak, hingga kekurangan guru. Ujungnya, warga terhambat untuk mendapat pelayanan pendidikan berkualitas. Selain itu, masih lemahnya sistem pengawasan dan transparansi dalam penggunaan dana yang digunakan juga menjadi salah satu penyebab terjadinya korupsi pada sektor pendidikan.

Berdasarkan data tren pemberantasan korupsi ICW dalam empat tahun terakhir, korupsi masih banyak terjadi di pembuat kebijakan maupun penyelenggara pendidikan. Dalam empat tahun terakhir, setidaknya ada 309 kasus korupsi terkait pendidikan yang ditangani aparat penegak hukum dengan total kerugian negara mencapai Rp 494,5 M.

Tabel 2. Pendidikan korupsi pendidikan



Berdasarkan kondisi tersebut, ICW dan Sekolah Antikorupsi (SAKTI) Guru 2019 merekomendasi agar calon presiden dan wakil presiden terpilih:

  1. Segera memperbaiki sistem pendidikan agar bebas korupsi. 
  2. Mengoptimalkan penggunaan e-budgeting dari hulu ke hilir dan pengawasan yang lebih ketat terhadap dana pendidikan di tingkat pusat dan daerah. 
  3. Pemerintah segera memperbaiki tata kelola penempatan guru secara berimbang di seluruh daerah. 
  4. Mendorong pemerataan sarana dan prasarana pendidikan tidak hanya di kota tetapi juga di desa. 
  5. Mendorong kesejahteraan guru honor dan tenaga kependidikan dengan gaji sesuai UMR.
  6. Mendorong adanya pengawasan publik terhadap anggaran dana pendidikan.
  7. Mendorong penguatan nilai antikorupsi pada pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. 

Jakarta, 24 Maret 2019

SAKTI Guru ICW 2019

Nisa Rizkiah (Anggota Badan Pekerja ICW, Hp08111622306)

———————————————————

INDONESIA CORRUPTION WATCH

Jl. Kalibata Timur IV/D No. 6 Jakarta Selatan 12740

T. +6221.7901885 +6221.7994015 | F. +6221.7994005

E. icw@antikorupsi.org |

www.antikorupsi.org | www.opentender.net

@antikorupsi | @sahabatICW | fb.me/antikorupsi.org

www.antikorupsi.org

www.opentender.net

Dukung gerakan antikorupsi,

dengan berdonasi anda telah menjadi bagian dari gerakan antikorupsi.

Kirimkan donasi anda lewat transfer rekening:

BCA 8780161737

BNI 0064360742

Bank Mandiri 1260005669600

atas nama Indonesia Corruption Watch

*harap konfirmasi ke ICW setelah transfer (sahabaticw@antikorupsi.org / 021-7994015)

**pemberi donasi menjamin bahwa donasi bukan hasil korupsi, pencucian uang atau kejahatan lain



Dewi Anggraeni P. Naipospos
Divisi Kampanye Publik ICW
Jl.Kalibata Timur IV D No. 6
Jakarta 12740
Phone : 021 – 7901885, 7994015
Fax : 021 – 7994005
Mobile : 0821 2679 7982

Dukung gerakan antikorupsi,
dengan berdonasi anda telah menjadi bagian dari gerakan antikorupsi.
Kirimkan donasi anda lewat transfer rekening:

BCA 8780161737
BNI 0064360742
Bank Mandiri 1260005669600
atas nama Indonesia Corruption Watch

*harap konfirmasi ke ICW setelah transfer (sahabaticw@antikorupsi.org / 021-7994015)
**pemberi donasi menjamin bahwa donasi bukan hasil korupsi, pencucian uang atau kejahatan lain

KOMENTAR ANDA

0 komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini