Beranda ARTIKEL BERITA Menjadi Guru Itu?

Menjadi Guru Itu?

0
penampakan guru Non PNS…ahahahaha

Saya Tertarik untuk mengkaji judul di atas oleh karena beberapa status di media sosial, yang mana mempersoalkan status guru. Antara Guru PNS dan Non PNS. Walau nanti kajian saya tidak setaham “silet” dan tak sedalam lautan, serpihan optimis yang saya modali membantu saya untuk memaparkannya. Sederhananya dengan kaca mata saya sendiri.

Dalam menjalankan tugas sebagai seorang guru, begitu banyak beban moril yang harus kita pikul pada bahu ini. Dalam satu komunitas pendidikan, tempat berkumpulnya anak-anak dari berbagai latar belakang keluarga yang beraneka ragam. Menjengkelkan itu bukan hal baru lagi. Beragam aksi dan reaksi anak didik sering sekali mengundang amarah…….Dilema kan? Seorang guru perlu mengontrol emosinya. Ingatlah.di ujung amarahmu terdapat deretan pasal-pasal KUHP (kepanjangan KUHP saya tidak tahu….cari aja di google..hahahah). Deretan pasal itu berlandaskan Hak Asasi Manusia. Kau tahu kan? kalau sampai anak itu dilanggar hak nya? kau bisa dipenjarakan sobat guru!….. atau paling tidak membayar denda dengan sejumlah uang yang jumlahnya cukup wah……

okey…itu permasalahan dalam menghadapi anak didik!>…….

Bersusah-susah memperoleh gelar keguruan. Dalam bentuk proses perkuliahan, hingga mendapat embel-embel ES PE DE di akhir nama seorang guru. ya…mencari-cari sekolah yang lowong, kalau boleh…saya dapat diterima untuk mengabdi di lembaga yang bapak pimpin……. itu sebuah kutipan surat lamaran pekerjaan seorang gelar S P D,,,,dengan penuh kesabaran akhirnya diterima untuk mengabdikan diri tanpa bicara soal gaji..pokoknya tahan-tahan sah…nanti ju diangkat….diangkat ke surga? hahahaaha…..

Kalau saya sih….bukan sombong nih…saya diminta…untuk membantu di sekolah tempat saya sekarang ini, saat saya masih berstatus sebagai mahasiswa….dan saat pertama…itu terasa seperti sepasang kekasih tengah berbulan madu……hingga tiga tahun terakhir ini..tidak sedikit kisah yang telah kuukir disini..baik itu kisah indah, miris, hingga menjengkelkan…..NIKMATI SAJA…hidup ini soal bagaimana kita membuat sesuatu menjadi seni…seni dalam menjalaninya…..asyik…..kata-kata penghiburan nih…..hahahaha

Back to topic

Status yang sempat saya baca pada sebuah group media sosial. Group itu bernama Warta guru, mungkin tempat berkumpulnya para guru-guru yang melek media sosial…walau kenyataannya ada juga yang bukan guru bergabung juga dalam group itu. Statusnya itu kira-kira begini..
Mempersoalkan kinerja Guru PNS….menurut sobat yang membuat status, bahwa Guru PNS malas-malasan. Si pembuat status memuja-muja kinerja guruu honor..katanya..guru honor itu kerja maksimallll….yang benar saja..hahahahahah (tentu si pembuat status adalah guru honor seperti saya)

Jika sudah membanding-bangingkan seperti itu, jelaslah bahwa ada yang menjalani profesi guru tidak sepenuhnya. Memang di sisi lain, guru non PNS membutuhkan imbalan terhadap jasa pengajarannya, untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetapi, bukankah…..di awal saat melamar pekerjaaan, sudah ada perjanjian? (kalau tidak ada,,,,,harusnya ada)…hehehe…
Atau saja, jika dalam perjalanan imbalan itu tak setimpal, ia harus berpikir dua kali untuk  melanjutkan pengabdiannya sebagai guru non pNS?………. Ingatlah…bahwa,,,,anda datang dengan alasan pengabdian..maka silahkan mengabdi sampai waktu yang tidak tentu!…

Oke…..itu kalau kita melihat dari kontrak perjanjian dan sebagainya….
Akan tetapi, dalam kenyataannya, sebagai seorang pemimpin, perlu adanya kebijakan yang diambil . Pejabat itu minimal pada tingkatan lembaga pendidikan. Seorang pemimpin haruslah mengambil keputusan bijak yang tentunya berpihak pada yang lemah, yang tertindas, yang terpinggirkan, itu honorer….
 hingga mampu merangkul seluruh bawahannya. Kebijakan itu bisa berupa menyiasati pengelolaan keuangan hingga mencukupi imbalan honor yang akan diterimakan kepada para gru non PNS…..sehingga tak terjadi saling menjatuhkan satu sama lain, hingga yang berstatus guru non PNS mengklaim diri paling becus dalam bekerja….tanpa imbalan yang setimpal!

oke..sudahlah…….intinya..yang non PNS…jangan seperti seekor katak yang asik berenang di dalam wajan yang akan dipanaskan, hingga tak sadar ia harus mati terpanggang….begitulah nasib guru non PNS…kalau tak mampu membuat nilai jual pada dirinya tinggi……bila dirasa imbalan tak lagi setimpal…silahkan angkat kaki…awhawhahwhawha…(kasar amat om!)

Dan untuk para penjabat di sekolah…..marilah berbenah…jangan ada dusta di antara kita. Kebanyakan itu guru-guru non pns akan berteriak karena tidak diperhatikan saat mana, terjadi pergantian pemimpin. Pemimpin yang baru ada yang merasa itu tanggung jawab pemimpin lama…ia tak pusing peduli….mencoba melakukan sesuatu semaunya…..
Apalagi kalau politik telah merasuk……PENDIDIKAN HANYA AKAN MENGHASILKAN AIR MATA…jika guru-gurunya disepelekan……!

SALAM HONORER! hehehe

KOMENTAR ANDA

0 komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini