RELIGIUSRENUNGAN

Renungan Minggu Prapaskah III | Meminum Air Hidup dari Yesus

Yesus sangat letih dan haus pada saat Ia berhenti dan duduk di dekat sumur Yakub di tengah padang gurun Yudea.

Yesus tidak membawa apa-apa yang dapat membantu-Nya untuk menimba air dari dalam sumur, oleh karena itu Dia menunggu seseorang yang datang ke sumur itu untuk mengambil air.


Orang pertama yang muncul adalah seorang perempuan Samaria yang gaya hidup “bebas-liar”-nya menyebabkan dirinya dijauhi oleh masyarakat.

foto : matatimor

Melihat perempuan ini Yesus melakukan sesuatu yang tak terpikirkan, yaitu menawarkan “air hidup” kepada perempuan itu.

Air hidup yang ditawarkan oleh Yesus itu memiliki kuat-kuasa untuk membersihkan diri perempuan tersebut dan membuat dirinya utuh. Dengan cara-Nya sendiri, Yesus memberi “rasa haus yang luarbiasa akan Allah” kepada perempuan itu, suatu rasa haus yang tidak dapat ditolaknya.

BACA JUGA :   Renungan Katholik | Minggu Adven III 2019

Sebelumnya, tidak ada seorang pun yang pernah bicara begitu dengan dirinya.
Apakah yang dimaksud dengan “air yang dapat mengubah hidup” itu? Santo Hipolitus [+235] menjelaskannya seperti berikut: “Ini adalah air Roh … Ini adalah air dari baptisan Kristus; ini adalah hidup kita.

Apabila anda pergi dengan iman ke sumber air yang memperbaharui ini … maka anda berhenti menjadi seorang budak dan menjadi seorang anak angkat; anda datang dengan memancarkan sinar cahaya seperti matahari dan dipenuhi dengan keadilan; anda datang sebagai seorang anak Allah dan mitra-pewaris bersama Kristus” (Tentang Epifani).

BACA JUGA :   Renungan Katholik Minggu Prapaskah IV

Keindahan dari “air hidup” adalah bahwa “air hidup” ini tetap mengalir. Dari saat kita dibaptis ke dalamnya, “air hidup” tersebut itu tersedia bagi kita setiap hari. Ini merupakan hal yang baik juga. Hidup di dunia ini memang menghadapkan kita pada berbagai tantangan. Demikian pula godaan dan dosa sungguh mengancam sehingga kita tidak jarang merasa hampir putus asa, bahkan sampai jatuh kedalamnya.

Di lain pihak kita sungguh dapat merasa nyaman karena mengetahui fakta bahwa diri kita dapat disegarkan kembali setiap saat kita berbalik kepada Tuhan.
Hal luarbiasa mengenai meminum “air hidup” dari Yesus adalah bahwa walaupun Ia memuaskan rasa haus kita, pada saat yang sama Dia juga secara misterius meningkatkan rasa haus kita. Jika kita minum satu teguk saja “air hidup” dari Yesus itu, maka kita ingin minum satu teguk lagi dst.

BACA JUGA :   Renungan Katholik | Minggu Adven II 2019

Kasih Yesus begitu memberi kepuasan, sehingga kita ingin meminumnya lagi dalam jumlah sebanyak-banyaknya, seakan-akan tidak pernah cukup.
Semoga kita semua tidak pernah berhenti meminum dari sumber “air hidup” ini, karena hanya dari Sumber itulah kita akan memperoleh penyembuhan dan penyegaran kembali yang begitu kita dambakan. Amin.

KOMENTAR ANDA

komentar

Tags
Baca Selengkapnya
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Nonaktifkan Javascript Anti Iklan Anda :)
%d bloggers like this: