Beranda ARTIKEL BERITA “kere-kere” Hiburan Rakyat di Kampung Kami

“kere-kere” Hiburan Rakyat di Kampung Kami

1

Sebuah roda keberuntungan dalam gambar berikut, di kota-kota tentu kita temukan di pusat pembelanjaan. Roda keberuntungan itu dipajang, dan kita baru akan berhak untuk memutar roda itu bila total uang yang dibelanjakan di toko penyedia roda keberuntungan itu melampaui batas minimal yang ditentukan.

papan kere-kere (foto kiriman Sobat saya di Amnuban Timur, Ambo B)

Di kampung saya….Amanuban Timur, yang beribukotakan Oeekam.
hmm…..Amanuban Timur telah dimekarkan beberapa tahun lalu menjadi tiga kecamatan, daerah kelahiran saya, masuk dalam Wilayah Kecamatan baru, Kec. Fatukopa. Dengan demikian, Agak keliru juga kalau saya bilang Amnuban Timur itu kampung saya…ya iya untuk dulu sih!
(lengkapnya bisa search by google.com saja dengan kata kunci Amanuban / Fatukopa)

back to topic.
Saban malam, sejak dihelatnya malam hiburan rakyat, biasanya malam hiburan rakyat baru akan dimulai pada tanggal 10 Agustus setiap tahun. ada panggung pentas seni, yang peserta lombanya lebih banyak dari sekolah-sekolah.
Di Tahun 90-an hingga awal 2000-an, perlombaan pada malam pentas seni, masih ramai diikuti oleh hampir seluruh sekolah di Kec. Amanuban Timur, seiring waktu berputar, arus modernisasi telah menyusup masuk, hingga ke pelosok kampungku. Hasilnya, lomba tarian bonet, paduan suara, vokal group, cerdas cermat, natoni adat,  yang dulunya begitu ramai mengisi  panggung pentas seni dan malam hiburan, kini tinggal cerita masa lalu!

Yang lebih menarik, dan tak ada matinya sejak abad 19 hingga memasuki Abad 20 ini adalah permaian / hiburan rakyat roda keberuntungan itu!
Seperti tak ada matinya, tetap eksis dari masa ke masa!  Permaian yang familiar dan disebut di kampung kami dengan nama “kere-kere“.

Sebutan ini tentu tidak ada dalam daftar kata Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi terbaru sekalipun. Matatimor akan berusaha agar sesegera mungkin mengadakan penelitian khusus tentang asal muasal kata ini mulai pertama dipakai! he he he

namun, secara gamblang, matatimor hanya berasumsi sesuai kata, kere secara Kupang, berarti tidak punya duit. Mungkin, setiap malam, saking ingin menghibur diri, maka uang di saku dirogo habis untuk mengikuti perputaran roda keberuntungan itu, karena tak beruntung maka pulang-pulang jadi kere alias kantong kering….maka disebutlah kere-kere untuk roda keberuntungan itu.

sebanyak 24 Angka, disusun secara rancu pada sebuah papan berbentuk lingkaran dengan aneka warna, Roda tersebut akan diputar, putaran itu berhenti pada angkat tertentu.(biasanya di bagian atas) roda berhenti pada angkat tertentu, itulah angka yang berhak mendapatkan hadiah.
sekali putar, pihak yang menyediakan “kere-kere” atau kita sebut saja Bandar!
Bandar, akan menjual Kupon, 24 nomor kupon itu harus habis terjual sebelum roda diputar. Bila banyak peminat, sekali putar, kuponnya bisa dirangkap dua atau lebih.

Tentu ini sebuah keberuntungan untuk bandar bukan? akan tetapi, masyarakat disana tak pernah merasa dirugikan. Ada hiburan tersendiri!  Toh, sekali setahun! itupun kalau diijinkan oleh pemerintah kecamatan. Sebab, bila tak ada maka kita akan terus menunggu, frekuensinya bisa sampai 3 bahkan 5 tahun, maka kalau ada kere-kere, tentu takkan disia-siakan.

Si bandar hanya sebagai penyedia. mereka tidak pernah memaksa orang untuk datang membeli kupon. dan sudah tentu, permainan ini minim kecurangan! bandar pasti jujur. setiap kali putar harus ada transaksi hadiah yan diberikan…..
anda boleh bilang ini judi, tetapi secara saya! ini hiburan loh….toh kuponnya murah saja…500 rupiah untuk harga satu kupon.

Dengan demikian, kalau 24 angka itu hanya satu angka yang berhak mendapatkan hadiah, maka kita-kita sebanyak 23 orang pemilik kupon  yang tidak beruntung itu sesungguhnya telah menyumbangkan hadiah untuk orang yang beruntung. nah loh?..hhhhh

Hadiahnya beraneka.
Hadiah yang disediakan oleh bandar itu ada alat rumah tangga seperti piring, sendok, gelas, mangkuk, dan lain sebagainya.
pokoknya seru!

banyak peminat (foto by Ambo B)

aneka hadiah (foto by Ambo B)

kere-kere bikin kantong kering
tetapi seru! tahun depan mungkin saya harus ikut bermain kere-kere!  he he he

KOMENTAR ANDA

0 komentar

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini