Beranda ARTIKEL BERITA Jangan Paksa, nanti Terpaksa

Jangan Paksa, nanti Terpaksa

0

Salam mata timor. Sekadar pengingat, Saya menuliskan ini bukan berarti mengkritisi kinerja pemimpin di daerah ini. Tidak sama sekali apalagi sampai harus menyinggung perasaan dan sebagainya. Pokoknya apapun anggapan anda sekalian, saya hanya mengupas dan mengkaji apa yang saya lihat, sesuai dengan pengamatan saya, kaca mata awam saya yang tidak sama sekali mengerti tentang seluk beluk kehidupan politik.

Okay…..saya tertarik sekali dengan salah satu program unggulan milik bupati Kab. Kupang, yang mana mengarahkan masyarakatnya untuk selalu menanam anakan pohon. Imbauan untuk menanam tersebut dikenali lewat jargon yang dibuat yaitu  “tanam paksa dan paksa tanam”.
Pemilihan kata atau dalam puisi disebut diksi untuk jargon tersebut dirasa terlalu mengada-ada lagi-lagi menurut saya, atau bisa juga keliru, tanpa ada pertimbangan plus minusnya. pokoknya asal taruh……,. Kata paksa dalam arti leksikalnya (KBBI Online)
paksa1/pak·sa/ v mengerjakan sesuatu yang diharuskan walaupun tidak mau
paksa2/pak·sa/ kl n waktu (saat, kesempatan) yang baik: menantikan — yang baik;– tekukur, padi rebah, — tikus, lengkiang terbuka, pb sesuatu yang baik atau yang dikehendaki (diingini)


Dalam artian kedua, kata “paksa” mempunyai arti “waktu (saat atau kesempatan ) yang baik”…
Adakah masyarakat yang mengetahui hingga ke makna kamus dari sebuah kata? sementara kata “paksa” dalam pandangan masyarakat secara keseluruhan lebih pada artian yang pertama?
kalau Sesuatu dilakukan karena terpaksa, maka kita bisa melihat hasilnya kan? Bukankah melakukan sesuatu itu perlu dengan hati yang iklas?
Jikapun program itu dikoar-koar,yang siap melakukannya adalah instansi-instansi yang dibawahi langsung oleh pemerintah. Sementara rakyat jelata yang tak pernah ada hubungan struktural, fungsional, diagonal, simetris, vertikal, horisontal apalagi….. tentu tak pernah mau peduli dengan program yang dijargonkan dengan terpaksa tersebut.
Hemat saya, melihat dari pilihan kata, program tersebut sangat diragukan keberhasilannya. kalaupun harus paksa tanam dan tanam paksa, dimana kita harus melakukan itu? 
Di sekitar area perkantoran atau yang keren dengan sebutan istilah asing civic centre….yang menurut saya seharusnya adalah tujuan utama program itu, ternyata apa yang menjadi pandangan saya ini keliru. Jika kita menjadikan kompleks perkantoran itu sebagai acuan maka, boleh dikatakan program itu hanya omong kosong belaka. 
Komplek perkantoran itu hingga tahun ke enam kalau tidak salah, sejak berpindahnya perkantoran ke tempat yang baru yakni Oelamasi, masih belum ada bahkan deretan pohon-pohon kecil dari hasil tanam paksa itu.
jangan dipaksakan….menanam itu perlu dipelihara.
tanam, tanam, tanam, dan pelihara!

KOMENTAR ANDA

0 komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini