Beranda ARTIKEL BERITA Dua Puluh Sembilan Tahun

Dua Puluh Sembilan Tahun

0

Tepat pada tanggal 23 April kemarin, saya genap berusia 29 tahun. Sebenarnya postingan ini sudah harus ada sejak tanggal itu juga. Akan teetapi terbatasnya kuota paketan internet, membuat saya terpaksa harus mengurungkan niat tulus untuk mencoret-coret disini..he he he…
Atau karena memang mood menulisnya tidak lagi bagus. Alias lagi sibuk-sibuk sendiri tanpa tujuan jelas.
Oke….
Di usia ke dua puluh sembilan ini, saya sudah lima tahun juga menjalani tugas dan panggilan hidup sebagai seorang Suami dan Ayah. Saya sudah menikah sejak tahun 2011 lalu, setahun kemudian dikaruniai seorang puteri yang kini sudah berusia tiga tahun lebih dan sedang masa-masa lucu dan bandelnya.
Perjalanan hidup dalam rumah tanggaku cukup akur untuk lima tahun terakhir ini. Itu semua karena cinta tuhan yang senantiasa berkobar diantara kami. Tuhan telah menganugerahkan seorang interi yang baik!…. kalau hatinya sudah baik, yang jelas dia cantik sekali! pokoknya tiada tandingnya untukku……

hm….selama menjalani panggilan hidup sebagai suami, sebagai manusia rapuh, sesekali terjadi selisih paham hingga kami harus saling (bahkan memaki)..hehehe jujur jujur saja nih…. Akan tetapi….sekali lagi karena cintaNya yang menyala-nyala dan senantiasa meliputi kami di dalam rumah tangga kecil ini, maka setiap persoalan selalu saja teratasi….tidak sampai berlarut-larut. bahkan setiap persoalan selalu tidak lebih dari satu kali dua puluh empat jam. semuanya teratasi..ciyus……

hm……. selain dari panggilan hidup sebagai Bapak keluarga, saya berprofesi sebagai seoroang guru. Guru. Mengasuh mata pelajaran Bahasa Indonesia pada sebuah sekolah negeri di kota tempat aku berdomisili. Banyak cerita dan pengalaman yang ku dapat dari tempat ku mengabdi sebagai seorang guru. Anda tahu kan? kalau status “keguruan”ku masih belum PNS…ataw masih honor. Suka duka menjalani profesi guru honorer ini memang hampir tak ada enaknya..ahahahaha….. butuh hati yang tegar untuk dapat menjalani profesi ini! tanya kenapa? Tidak lah mungkin…dengan gaji yang super minus, dibayar per tiga bulan, dapat saya hidupi keluarga kecilku..kan?

But…i know…where is the will, there is a away……selalu ada jalan buat yang punya kemauan….. meski dalam pengabdian sebagai guru honor, banyak pil pahit yang harus ditelan, akan tetapi saya selalu menjalaninya dengan ikhlas (sambil menyapu dada)….Tuhan menggandakan rejeki dari sumber lainnya…..ya….

Tidak saja guru, saya juga merangkap sebagai tenaga pendataan pada sekolah tempat mengabdiku….. ya….disitu saya bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah, yang bisa membuat asap dapur di rumah tangga kami tetap mengepul..meski tak begitu istimewah!>

oke……di usia ku yahng keduapuluh sembilan ini, aku berdoa kepada Yang Punya kehidupan ini, semoga, kedewasaan akan semakin membuatku bertindak dengna penuh tanggung jawab. Dalam menjalankan kehidupan, perlunya kedewasaan. Dewasa secara emosional…Saya hanya butuh itu. agar tigak meledak-ledak…..

bantu doakan aku yah..biar bisa cerdas secara emosional.

dengan mottoku “membuat orang lain tersenyum adalah kebahagiaan terbesar bagiku” itu permenungan yang ku dapati saat menyusun skripsi di bangku kuliah…… sepedih apapun kehidupan ini, aku tetap akan berdiri tegap, menjadi sebatang lilin, yang meski tak benderang, namun mampu menerangi ketika gelap meneyelimuti……. aku ingin membahagiakan orang lain…terutama Keluarga Kecilku…

KOMENTAR ANDA

0 komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini