Beranda ARTIKEL BERITA a Love Story by : Amelia Q

a Love Story by : Amelia Q

0
Ego yang Nyaris Membunuh Rasa

Karya : Amelia Q

Sejak sekian lama hubungan kasih ini kita jalin banyak hal –hal kecil selalu memicu kesalahpahaman hingga sering terjadi pertengkaran yang membuat kita berpikir untuk mengakhiri segalanya.

Ego kita membutakan hati nurani dan meredam gejolak cinta yang pernah tersulut di dalam hati dan pikiran kita.

Seringkali kesalahpahaman juga pertengkaran terjadi, akal kita masih mencari jalan keluar menemukan titik temu agar hubungan kita tetap bertahan dan lebih baik.

Kita terus berusaha agar menjadikan pertengkaran ini sebagai pelangi yang memperindah jalinan kasih kita.

Namun, ego dalam diri dan ketidakdewasaan kita menerima kekurangan masing-masing terus memicu api pertengkaran bahkan semakin hari semakin tak terkendali.

Hingga ego kita menyeret kita untuk menyerah pada hubungan yang tak lagi bermuara pada kebaikan karena hilangnya rasa saling percaya diantara kita hingga hal-hal sepele menjadi masalah berat yang tak pernah berakhir.

Perselisihan, pertengkaran selalu saja mewarnai kebersamaan kita.

Cinta yang dulu menyatukan kita berganti dengan amarah yang memaksa hati kita saling menjauh tanpa mengakhiri jalinan kasih diantara kita.

Kita mulai berkutat dengan ego dan hidup masing-masing. Kita merasa asing satu sama lain dan meskipun hubungan telah terjalin begitu lama tetap saja tak juga membantu kita menemukan kembali rindu dihati kita, bahkan tanpa kita sadari ada hal terbaik dalam hubungan kita yang pernah menjadi bagian terindah mulai memudar dari hubungan kita karena ego.

Sesungguhnya tanpa kita sadari juga sebenarnya perasaan cinta kita semakin kuat karena perbedaan dan pertengkaran namun lagi-lagi ego menjadi alasan yang membutakan mata hati kita melihat dan merasakan cinta yang terselubung dalam perbedaan.

Ya…seharusnya ini tidak terjadi. Seharusnya kita dapat melalui semua ini atas nama cinta tapi kita masih terus bertahan dengan ego yang membuat hubungan kita semakin rumit.

Pada saat yang sama dalam keraguan hati akan hubungan ini, kita semakin jauh terpisah raga dan perasaan. Disaat waktu dan keadaan memisahkan kita semakin jauh, kita masih sibuk berkutik dengan ego kita sendiri. Kita semakin terlena dengan kesendirian hingga hampir melupakan hubungan kita bahkan hanya untuk saling bertanya kabarpun terasa enggan untuk dilakukan. Serasa lucu dan tak berkualitas lagi perasaan kita.
AQ

KOMENTAR ANDA

0 komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini